“Transformasi Hijau: Kolaborasi Persatin dengan PT Adhimix PCI Plant Karawang hadirkan Kawasan RTH Ekologi Baru di Karawang”

Karawang, jayaposnews.co.id — Pemerhati Satwa Indonesia (Persatin) bersama PT Adhimix PCI Plant Karawang resmi memulai langkah kolaboratif dalam Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) untuk mengembangkan lahan terbengkalai milik PT Adhimix seluas kurang lebih 7 hektare menjadi kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) berbasis ekologi. Kawasan ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai ruang hijau, namun juga sebagai pusat edukasi lingkungan, konservasi, dan ekowisata.

Dalam kunjungan lapangan yang dilakukan hari ini, tim Konsultan RTH Ekologi Persatin melakukan survei menyeluruh yang meliputi pengecekan kadar tanah, kadar air, serta pendataan satwa yang hidup di sekitar area. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menentukan jenis tanaman yang tepat untuk mendukung fungsi ekologis kawasan. Kejutan positif muncul ketika tim menemukan adanya mata air alami di dalam area lahan, yang dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan ekosistem alami yang lebih lestari.

Ketua Umum Persatin, Andiyani, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap komitmen PT Adhimix PCI Plant Karawang dalam menjaga dan memulihkan lingkungan melalui program PKBL ini.
“Langkah PT Adhimix patut diapresiasi. Transformasi lahan terbengkalai menjadi RTH ekologis adalah wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap lingkungan. Kami berharap pemerintah daerah dan masyarakat Karawang turut mendukung penuh agar program ini dapat memberikan manfaat maksimal. Semoga inisiatif ini menjadi teladan bagi perusahaan lain di Karawang,” tegas Andiyani.

Perwakilan PT Adhimix PCI Plant Karawang, Joni, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat berterima kasih kepada Persatin yang bersedia berkolaborasi dalam program pengelolaan lahan ini.
“Selain menjadi kawasan RTH berbasis ekologi, kami berharap lahan ini juga dapat berkontribusi pada program ketahanan pangan, mendukung Karawang sebagai Lumbung Pangan Nasional. Melalui program PKBL ini, kami ingin memastikan lahan kami kembali produktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Joni juga menambahkan harapannya agar pemerintah Karawang dapat melihat potensi besar dari lahan-lahan milik perusahaan yang telah tutup. Dengan adanya kebijakan atau skema Kerjasama Operasional (KSO), lahan-lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan maupun program lingkungan ketimbang dibiarkan terbengkalai.

Melalui kolaborasi PKBL ini, Persatin dan PT Adhimix PCI Plant Karawang berharap dapat mewujudkan kawasan yang tidak hanya berperan sebagai paru-paru kota, tetapi juga sebagai ikon edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat Karawang dalam upaya pelestarian lingkungan.(Agus)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *