SERANG, jayaposnews.co.id — Dugaan adanya belatung pada roti isi daging cincang dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, masih menjadi perhatian masyarakat. Di tengah menunggu hasil uji laboratorium, langkah klarifikasi yang dilakukan SPPG 002 Tambiluk bersama Forkopimcam Kecamatan Petir justru memunculkan sorotan publik.
Pasalnya, klarifikasi tersebut dilakukan sebelum hasil pemeriksaan resmi laboratorium diumumkan kepada masyarakat. Situasi itu memicu beragam tanggapan karena dinilai terlalu dini dalam menyimpulkan dugaan makanan tidak layak konsumsi yang sempat viral di media sosial.
Kasus ini bermula dari beredarnya video yang memperlihatkan dugaan belatung di dalam roti isi daging cincang yang merupakan bagian dari program MBG. Video tersebut dengan cepat menyebar dan memancing reaksi warga serta orang tua penerima manfaat program.
Menindaklanjuti viralnya video tersebut, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Petir yang terdiri dari pihak kecamatan, kepolisian, dan TNI turun langsung ke lokasi guna melakukan penelusuran awal.
Klarifikasi SPPG 002 Tambiluk Jadi Sorotan
Dalam proses penanganannya, diketahui sempat dilakukan pertemuan dan diskusi tertutup tanpa melibatkan awak media. Tidak lama setelah itu, muncul video klarifikasi dari pihak SPPG 002 Tambiluk yang mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai video dugaan roti berbelatung yang telah beredar luas.
Video klarifikasi berdurasi sekitar 1 menit 49 detik tersebut sempat dipublikasikan melalui akun resmi Kecamatan Petir. Dalam video itu disebutkan bahwa koordinasi, komunikasi, dan mediasi dengan pihak terkait maupun orang tua siswa penerima manfaat telah dilakukan.
Namun, video tersebut belakangan diketahui telah dihapus dari akun resmi kecamatan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi terkait alasan penghapusan video klarifikasi tersebut.
Publik Tunggu Hasil Uji Laboratorium
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sampel roti isi daging cincang yang diduga mengandung belatung telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait, termasuk tenaga ahli gizi.
Masyarakat kini menunggu hasil resmi uji laboratorium guna memastikan penyebab munculnya dugaan tersebut sekaligus memberikan kepastian informasi kepada publik.
Di sisi lain, berdasarkan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN), makanan dalam program MBG seharusnya dikonsumsi di lingkungan sekolah atau Kelompok Bermain (KB) dan tidak diperbolehkan berpindah tempat guna menjaga kualitas serta keamanan pangan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan program pemerintah yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi anak menuju visi Indonesia Emas.
Hingga saat ini, hasil laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga bermasalah tersebut belum diumumkan secara resmi.
(Red)
![]()


