Terkait Hibah Damkar, Sekda Kab Samosir : Tanya Kasatpol PP Yang Mengetahui

KAB. SAMOSIR, jayaposnews.co.id – Sekretaris Daerah  Kabupaten Samosir, Drs.Jabiat Sagala, M,Hum saat dipertanyakan terkait Bantuan Hibah Mobil Damkar asal Korea Selatan. Langsung saja tanya yang bersangkutan, Kasatpol PP Damkar Kabupaten Samosir, Sahat Situmeang, ujarnya.
Beliau yang langsung ke lokasi mengetahui kondisi Mobil Damkar bantuan Korea Selatan (PT.Kajatama Bogor Gunung Putri – Jawa Barat). Jadi kalau saya ditanya, persisnya saya tidak mengetahunya, seperti apa kondisinya yang sebenarnya, dan lebih tepatnya langsung kepada beliu ditanya,” jelas Sekda.
Lebih Lanjut dikatakan, sangat mendukung pemberitaan tersebut, (Kegiatan Pekerjaan Lanjutan Peningkatan Jalan Pangururan – Lumban Sihombing Segmen I (DAK).Nilai Kontrak Rp.20.144.818.000,000 supaya masyarakat mengetahui, karena anggarannya bersumber dari APBD, Kalau bisa, jangan cuman yang ini, Segmen II juga harus dibuka, karena itu juga bermasalah, jadi tidak pilih kasih,” kata Sekda. Jumat.(15/09/2021) Tepat pukul 13:00
Di waktu yang berbeda, juga dipertanyakan kepada yang berkompeten, Sahat Situmeang melalui telepon selulernya, namun yang bersangkutan tidak menjawabnya. hal ini menjadi teka teki di kalangan masyarakat Samosir. Pasalnya, 2 ( Dua) Tahun 2019 s/d 2021 hingga sekarang belum ada kabarnya kapan tiba di Kabupaten Samosir, ujar Hotlan kepada Tim Jayaposnews.
Tidak hanya itu, Sejumlah masyarakat Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mempertanyakan, kapan Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Bantuan Hibah dari Korea Selatan tiba.di Samosir ? Sampai saat ini  Kamis (23/09/2021) belum jelas informasinya.
Anehnya lagi, Bupati Samosir Rapidin Simbolon berkunjung ke Korea Selatan, konon katanya terkait Bantuan Hibah Mobil Damkar. Sementara Mobil Damkar sudah tiba di Jakarta, (25/09/2021), benarkah Bupati dan rombongannya berkunjung ke Korea Selatan, anggaranya dari mana, Siapa saja yang ikut dalam tim rombongan tersebut ?
Anggaran tersebut sangat fantastik menggunakan uang rakyat (APBD). Hingga sekarang belum kelihatan wujudnya, pada hal (September-Red), Genap 2 Tahun dan patut dipertanyakan,” ujar Martahan Nainggolan kepada Redaksi jayaposnews.co.id.
Ketua Umum LSM Berkibar, angkat bicara, apa alasannya hingga sekarang, pemkab Samosir  belum bisa mempergunakan Bantuan Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar-Red), dari Pemerintah Provinsi  Gyeonggi, Korea Selatan melalui Kementerian Dalam Negeri. Hal tersebut membuktikan kinerja Pemkab Samosir di era Bupati sebelumya diduga sarat dengan “KKN”.
”Kinerja Pemkab Samosir  di era kepemimpinan Drs. Rapidin Simbolon patut dipertanyakan. Belum lagi Proyek Peningkatan Jalan- Lumban Sihombing Segmen I Tahun Anggaran 2017, Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten patut dipertanyakan juga.
Di tempat yang berbeda, Anton Ketua Harian LSM ANTARA, juga mempertanyakan,bantuan mobil Damkar asal Korea Selatan sungguh misterius, hingga sekarang belum selesai. Mengingat hal tersebut sangat dibutuhkan, guna mengantisipasi bila terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, Mobil Damkar tersebut satu-satunya untuk mencegah bila terjadi kebakaran,” tegas Anton.
Berdasarkan investigasi dan penelusuran Tim LSM dan Tim (JPN), ke lokasi pabrik PT.Kajatama Bogor. Menurut pengakuan Prayoko selaku teknisi yang menangani Mobil Damkar tersebut, menjelaskan, lagi kita upayakan dan kemungkinan akhir tahun juga belum rampung semuanya,” kata Prayogi, saat melihat kondisi terkini bantuan Hibah dari Korea Selatan  di Jl.Raya Bogor Nangka. Kec Gunung Putri, Kamis (12/8/2021).
“Banyak yang harus kita rubah dan kita perbaiki, tadinya Matic harus diubah lagi menjadi manual, tidak hanya itu, Stir sebelumnya berada diposisi sebelah kiri, sekarang mau kita ubah ke sebalah kanan,” jelas Prayogi
“Tidak hanya itu, ada Sparepartnya yang harus diindent atau didatangkan dari asal pembuatan kenderaan tersebut (Korea Selatan). Karena suku cadangnya tidak tersedia di dalam negeri, mudah-mudahan tidak ada kendala.” Ujarnya
“Untuk ukuran Mobil Damkar ini dirancang bukan untuk di daerah melainkan khusus di dalam kota,” pungkasnya mengakhiri, Kamis (12/8/2021).
Hingga berita ini diturunkan, Drs.Rapidin Simbolon, selaku mantan Bupati periode sebelumnya selalu tidak menjawab, saat dihubungi melalui WhatsApp miliknya.
Ketua DPRD Kabupaten Samosir, Sorta Ertati Siahaan Saat dihubungi melalui WhatsApp miliknya minta tanggapan terkait Bantuan Hibah dari Korea Selatan. WhatsApp miliknya belum dibuka, dan terakhir dibuka, pukul (15:29) dibuka Kamis (23/09/2021), saat dihubungi tepat Pukul 19:52 Wib.   (Parulian dan Tim)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *