Dua Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran, Kritik dan Evaluasi Hendaknya Dilakukan Secara Damai

Jakarta, jayaposnews – Rabu, 28 Oktober 2026 — Dalam rangka memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta kelompok aktivis diimbau untuk senantiasa menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Sdr. Gio P kepada media di Jakarta pada 17 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa momentum dua tahun pemerintahan hendaknya dijadikan kesempatan untuk melakukan evaluasi secara objektif terhadap berbagai kebijakan pemerintah sekaligus menyampaikan aspirasi secara tertib dan bertanggung jawab.

“Momentum dua tahun pemerintahan hendaknya dijadikan kesempatan untuk melakukan evaluasi secara objektif terhadap berbagai kebijakan pemerintah, sekaligus menyampaikan aspirasi secara tertib dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurutnya, perbedaan pandangan terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan kritik, memberikan masukan, serta melakukan evaluasi terhadap jalannya pemerintahan.

“Namun, penyampaian aspirasi hendaknya dilakukan secara damai, dengan tetap menghormati hak-hak masyarakat lainnya, serta tidak disertai tindakan provokatif yang berpotensi mengganggu ketertiban umum,” lanjutnya.

Ia juga menilai bahwa berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa dan masyarakat sipil pada momentum dua tahun pemerintahan menunjukkan pentingnya ruang partisipasi publik dalam kehidupan demokrasi. Oleh karena itu, setiap bentuk kritik dan masukan perlu disampaikan secara terbuka, bertanggung jawab, serta berorientasi pada perbaikan.

Lebih lanjut, ia mengimbau seluruh pihak agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, provokasi, ujaran kebencian, maupun ajakan yang berpotensi memperkeruh situasi. Setiap persoalan hendaknya disikapi secara kritis dan rasional dengan mengedepankan dialog serta semangat persatuan.

“Kritik yang disampaikan secara konstruktif dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk memperbaiki kebijakan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.

Dengan mengedepankan sikap dewasa, bijaksana, dan bertanggung jawab, evaluasi terhadap jalannya pemerintahan dapat berlangsung secara demokratis. Kebebasan menyampaikan pendapat harus tetap dihormati, seraya menjaga keamanan, ketertiban umum, dan persaudaraan antarsesama warga negara.

Sumber : Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta

Reporter : Edo

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *